JKLPK, "Negara Tidak Boleh Kalah Terhadap Aksi Teror” -->

Cloud Hosting Indonesia

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

JKLPK, "Negara Tidak Boleh Kalah Terhadap Aksi Teror”

Monday, March 29, 2021

Gambar : Ist

Kopi Times | Jakarta :

Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen di Indonesia (JKLPK) mengajak semua stakeholder, baik dari pemuka agama, organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, maupun masyarakat luas untuk membangun komunikasi, solidaritas, dan menjaga adanya kerukunan antar-masyarakat.


Terjadinya peristiwa bom bunuh diri di Makasar kepada media Minggu (28/3 2021), Sonny S.S didampingi Suryati Simanjuntak sebagai Sekretaris POKJA Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen di Indonesia (JKLPK) menyebut Negara tidak boleh kalah terhadap aksi teror. Peristiwa bom di Minggu pagi yang menimbulkan 14 korban luka, di antaranya terdapat anak-anak. Aksi bom bunuh diri ini terjadi di Gereja Katedral, Makasar, Sulawesi Selatan. Menurut informasi, keempat belas korban luka tersebut saat ini sedang mendapat perawatan di rumah sakit. 


JKLPK menyampaikan bela rasa kepada seluruh korban dan keluarga korban. Semoga Tuhan memberi kekuatan dan kesembuhan bagi korban. Demikian halnya dengan para tenaga medis yang sedang merawat korban. 


Kita sangat menyayangkan di tengah krisis dan kepanikan dalam menghadapi Pandemi Covid-19, masih ada pihak-pihak yang melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, sebut Sonny.


Kejahatan kemanusiaan seperti ini, apapun alasannya, tidak dapat ditolerir. Mengingat aksi bom bunuh diri seperti ini sudah berulang terjadi di Indonesia. Negara harus hadir dan mengusut tuntas peristiwa ini. Pengungkapan kasus secara terang benderang menjadi penting untuk memberikan kepastian hukum dimasyarakat. Negara harus memberikan jaminan keamanan dan kepastian hukum agar peristiwa serupa tidak berulang di masa mendatang di seluruh wilayah Indonesia.


Kami menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Menghimbau semua pihak agar tidak mempublikasikan dan menyebarkan foto video kejadian atau informasi dari sumber yang tidak jelas karena hal itu dapat menebar ketakutan dan prasangka di tengah masyarakat.


"Kami mengajak semua stakeholder, baik dari pemuka agama, organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, maupun masyarakat luas untuk membangun komunikasi, solidaritas, dan menjaga adanya kerukunan antar-masyarakat", tutup Sonny. (Red/Hery B Manalu)