BI Sumut Berikan Pelatihan Soft Skill Tingkatkan Integritas Wartawan -->

Cloud Hosting Indonesia

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

BI Sumut Berikan Pelatihan Soft Skill Tingkatkan Integritas Wartawan

Saturday, October 30, 2021

 

Kopi Times | Parapat :

Soft Skill menjadi salah satu dari rangkaian program pelatihan para wartawan ekonomi bisnis, yang disuguhkan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sumatera Utara (Sumut), diharapkan mampu menjaga integritas dan membentuk persepsi positif masyarakat, khususnya dalam pertumbuhan ekonomi.



Wahyudi, pembicara dalam kepelatihan wartawan ekonomi bisnis menyebutkan para peserta punya percaya diri yang tinggi yang sekelas dengan wartawan nasioanal lainnya yang menjaga integrasinya. 



Penulis berita yang mampu menterjemahkan bahasa konsep ekonomi walau pun orang lain melihat sebuah bayangan atau lukisan yang abstrak.



Dalam hal ini wartawan yang punya integritas dan hubungan emosional yang baik lalu punya tanggung jawab untuk membawa alam pikir masyarakat pembaca. Bisa menggambarkan sebuah fenomena dari yang kabur menjadi jernih dan jelas. 



Ibarat sebagai sebuah ilustrasi atau konsep pada sebuah kertas putih. Siapa saja dapat menafsirkan coretan sesuai dengan pemahaman atau pengalamannya, tapi wartawan yang berintegritas akan membuka mata pembaca dan membawa paradigma yang membangun.



"Menurut bapak dan ibu, ini adalah gambar abstrak, peta. Karena pengalaman bapak ibu berbeda. Nah, kalau saya bilang ini gambar kepala kerbau," Wahyudi memberikan penalaran sambil memainkan pointernya hingga muncul garis merah menyambung dan membentuk kepala kerbau, Sabtu (30/10/2021) siang di Niagara Hotel Parapat.



Ilustrasi ini, menurutnya sama dengan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Sumatera Utara. Tanpa pemberitaan dari wartawan, maka akan memunculkan persepsi yang beragam dari masyarakat. Wartawan berintegritas sadar akan panggilannya membawa titik cerah karena profesinya adalah pesan edukasi.



Peranan para wartawan melalui pemberitaan yang baik, akan membuat persepsi masyarakat menjadi lebih terarah. Sebab, berita yang dibuat oleh wartawan dapat menjadi acuan masyarakat untuk mengetahui dan memahami isu ekonomi yang sedang berkembang. Karena hakekat keberadaan wartawan adalah dari sebuah nilai yaitu niat baik.



"Berangkat dari niat yang baik pula maka kebaikan akan datang menghampiri hidup  wartawan yang berintegritas baik", sebut Wahyudi. (Red/Hery B Manalu)