Silaturahmi Kebangsaan Bersama Dr. Ir Hasto Kristiyanto, M.M, Buku Jokowi Maestro Dibagikan -->

Cloud Hosting Indonesia

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Silaturahmi Kebangsaan Bersama Dr. Ir Hasto Kristiyanto, M.M, Buku Jokowi Maestro Dibagikan

Saturday, August 13, 2022

Pemberian Buku Jokowi Maestro secara simbolik kepada 7 peserta Silaturahmi Kebangsaan bersama Dr. Ir. Hasto Kristiyanto,.M.M (Sekjen DPP PDIP), Sabtu, (13/8/2022) di Hotel Polonia Medan/Foto :Ist/Kopitimes



Kopi Times | Medan :

Yonge Sihombing dari Jokowi Maestro Institute (JMI) memberikan Buku Jokowi Maestro kepada 7 peserta Silaturahmi Kebangsaan bersama Dr. Ir. Hasto Kristiyanto,.M.M (Sekjen DPP PDIP), Sabtu, (13/8/2022) di Hotel Polonia Medan. 



Buku Jokowi Maestro diberikan kepada Dr. Ir. Hasto Kristiyanto,M.M, Bobby Afif Nasution (Walikota Medan), Sofian Tan (Anggota DPR RI), Baskami Ginting (Ketua DPRD SU), Rapidin Simbolon (Ketua DPD PDIP/Mantan Bupati Samosir) dan peserta lainnya.



Buku ini diserahkan oleh Yonge Sihombing selaku Penulis Buku Jokowi Maestro sebagai bentuk kepedulian terhadap kebangsaan dan meminta dukungan terhadap pengusulan nama Presiden Jokowi sebagai nominator penerima nobel ekonomi norwegia. 



Pemberian buku Jokowi Maestro dilakukan setelah Dr. Ir. Hasto Kristiyanto,.M.M (Sekjen DPP PDIP) memberikan buku secara simbolik kepada peserta yang hadir pada acara Silaturahmi Kebangsaan.



Jumlah peserta yang hadir sebanyak 120 orang, tampak hadir Dosmar Banjarnahor (Bupati Humbahas), Walikota Nias, dan anggota DPRD SU Fraksi PDIP, Partogi (DPRD SU), Penyabar Nake (DPRD SU), Mangapul Purba (DPRD SU), Artha Berliana Samosir (DPRD SU), Meryl Saragaih (DPRD SU), Hendri Duin Sembiring (DPRD Medan) dan beberapa anggota DPRD Kab/Kota fraksi PDIP, fungsionaris DPD PDIP Sumut, Brilian Mochtar, Taufan Agung Ginting, Jumiran Abdi, Sarma Hutajulu, Akademisi (5 Prof).



Diketahui sebelumnya Jokowi Maestro Institute (JMI) pada Kamis 7 Juli 2022 lalu telah meluncurkan buku ini, dan presiden Jokowi dideklarasikan untuk diusulkan sebagai penerima hadiah nobel. 



"Warga Negara Indonesia belum pernah terpilih sebagai penerima hadiah nobel. Mengapa? Karena warga negara Indonesia belum pernah diusulkan dan kita mengusulkan warga negara Indonesia sebagai penerima hadiah nobel. Pada Kamis, 7 Juli 2022 lalu, kita masyarakat kota Medan bersama mahasiswa dan kaum milenial sudah deklarasi dan berani mengusulkan nama warga negara Indonesia sebagai penerima hadiah nobel kepada Komite Nobel di Oslo-Norwegia", sebut Yonge Sihombing. 



"Mengapa? Karena Indonesia mempunyai sosok warga negara Indonesia yang layak dan pantas untuk diusulkan sebagai penerima hadiah nobel. Namanya adalah Joko Widodo (Jokowi) Presiden Republik Indonesia ke - 7 Momentum ini harus kita manfaatkan, momentum ini harus kita rebut, karena bisa saja momentum seperti sosok Presiden Jokowi tidak pernah muncul lagi di Indonesia dalam satu dekade ke depan", tambahnya. 



Desa dan wilayah perbatasan terbangun apik, ekonomi masyarakat pinggiran bangkit. Presiden Jokowi telah berhasil membangun Indonesia, utamanya membangun ekonomi Indonesia. 



"Desa terbangun dihampir seluruh wilayah Indonesia, wilayah perbatasan Indonesia terbangun apik, wilayah tertinggal tidak lagi tertinggal, ekonomi masyarakat pinggiran telah bangkit, rancang bangun Ibu Kota Negara (IKN) telah dilaksanakan, indonesia telah ditetapkan sebagai kelompok negara berpendapatan menengah, dan masih banyak lagi fakta-fakta kemajuan ekonomi Indonesia", sebut Yonge.(Rel/Hery B Manalu)