Berpotensi Maksimalkan Ekspor, Konsumen Daging Babi Mencapai 50 Juta Orang di Indonesia -->

Cloud Hosting Indonesia

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Berpotensi Maksimalkan Ekspor, Konsumen Daging Babi Mencapai 50 Juta Orang di Indonesia

Wednesday, February 26, 2020

Foto Bersama Usai Rapat Perdana DPP KKDBI, Rabu Malam (26/2020) di Hotel Huber, Jl. Sei Asahan No. 80 Medan
Foto : Hery B Manalu/Kopi-times.com

Kopi-times.com | Medan :
Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komunitas Konsumen Daging Babi Indonesia (DPP KKDBI), Yonge Sihombing, SE., MBA menyampaikan jumlah konsumen daging babi di Indonesia sudah mencapai 50 juta orang dan berpotensi dikembangkan untuk memaksimalkan ekspor.

Hal ini disampaikan Yonge Sihombing dalam rapat Rapat Perdana Panitia "Seminar Internasional Peran Babi Dalam Pusaran Perekonomian Sumut, Indonesia dan Dunia", yang direncanakan Rabu, 26 Februari 2020, Pukul 17.00 WIB s/d Selesai di Apartemen/Hotel Huber, Jl. Sei Asahan No. 80 Medan.

Menurutnya babi tetap termasuk spesies penting dan konsumen daging babi Indonesia sudah mencapai 50 juta orang.


"Jumlah konsumen daging babi Indonesia sudah mencapai 50 juta orang, ini merupakan angka yang relatif sangat besar dalam takaran pasar konsumsi domestik. Kendati sekitar 80 persen populasi Indonesia adalah Muslim, babi tetap termasuk spesies penting terutama di daerah Nusa Tenggara, Bali, Sulawesi Selatan, Papua, dan Sumatera Utara." paparnya.

Dari sisi ekspor dan devisa, komoditi daging babi Indonesia telah terbukti sangat membantu menyelamatkan dan mengurangi defisit neraca perdagangan, dan sebagai sumber penghasil devisa. Catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia ekspor babi ternak ke Singapura, pada Semester I-2019 tercatat 14.893,3 ton, atau tumbuh dari 13.194,5 ton. Ada potensi yang bisa dikembangkan untuk memaksimalkan ekspor.

Rapat perdana DPP KKDBI sebagai pembahasan dan persiapan seminar Internasional tentang Peran Babi dalam Pusaran Perekonomian Sumut, Indonesia dan Dunia, dihadiri oleh Personil Panitia Seminar antara lain, Murniati Tobing (Ketum), Sondang Hasugian (Sekjen), Yonge Sihombing (Waketum) dan anggota DPP KKDBI. Martahan Togatorop, Anggiat M. Simanjuntak, Crista Siahaan, Marni Ganda Hutauruk, Joseph Sinaga, Gratian Heru Sembiring dan Irene Sinaga.

KKDBI, sebagai organisasi yang menaungi konsumen daging babi Indonesia telah merencanakan pada hari Senin, 20 April 2020 menyelenggarakan kegiatan seminar internasional Ekonomi Babi Dalam Pusaran Perekonomian Sumut, Indonesia dan Dunia.

"Karena kontribusi ekonomi babi sangat signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, utamanya dari sisi konsumsi dan ekspor, KKDBI sebagai Organisasi yang menaungi konsumen daging babi Indonesia, pada hari Senin, 20 April 2020 akan menyelenggarakan kegiatan seminar internasional Ekonomi Babi Dalam Pusaran Perekonomian Sumut, Indonesia dan Dunia", sebut Yonge Sihombing

Kepada Kopitimes.com Yonge Sihombing juga menyebutkan bahwa seminar internasional ini bertujuan untuk mengumpulkan pemikiran pemikiran dan langkah langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi permasalahan virus ASF yang menerpa ternak babi di Sumatera Utara, sebagai rangkaian dari rencana penyampaian usulan revitalisasi ekonomi babi Indonesia.  (Red)