Pancasila, Tata Cara Hidup Bangsa Indonesia yang Telah Membudaya dan Ilmiah -->

Cloud Hosting Indonesia

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Pancasila, Tata Cara Hidup Bangsa Indonesia yang Telah Membudaya dan Ilmiah

Wednesday, September 30, 2020

 


Foto : Ist

Kopi Times - Pancasila sebagai Pengetahuan Ilmiah, berobjek, yakni "materia" Pancasila adalah tata cara hidup bangsa Indonesia yang telah membudaya , dan objek "forma" Pancasila. Pancasila itu ilmiah dan punya rumusan yang otentik.


Menurut Poedjawijatna pada dasarnya setiap dasarnya setiap orang itu mempunyai hasrat "ingin tau". Apabila hasrat itu terpebuhi, maka orang menjadi tahu atau mempunyai pengetahuan tentang sesuatu. 


Pengetahuan itu dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: 

(1) Pengetahuan biasa, 

(2) Pengetahuan ilmiah, 

(3) Pengetahuan filsasati. 


Pengetahuan Biasa (Ordinery Knowledge) terdiri dari pengetahuan nir ilmiah dan pengetahuan pra-ilmiah


Pengetahuan nir-ilmiah adalah hasil pencerapan dengan indra terhadap objek tertentu yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan termasuk pula pengetahuan intuitif. 


Pengetahuan pra-ilmiah merupakan hasil pencerapan indra dan pengetahuan yang merupakan hasil pemikiran rasional yang tersedia untuk diuji lebih lanjut kebenarannya dengan menggunakan metode-metode ilmiah.


Pengetahuan Ilmiah (Scientific Knowledge) adalah pengetahuan yang diperoleh lewat penggunaan metode-metode ilmiah yang telah menjamin kepastian kebenaran yang dicapai.


Pengetahuan Filsafati (Philosophical Knowledge) diperoleh lawat pemikiran rasional yang didasarkan pada pemahaman, penafsiran,spekulasi,penilaian kritis, dan pemikran-pemikran yang logis, analitis,dan sistematis.


Pengetahuan Filsafati adalah pengetahuan yang berkaitan dengan hakekat,prinsip,dan asas dari seluruh realitas yang dipersoalkan selaku objek yang hendak diketahui.


1. Syarat-syarat pengetahuan Ilmiah Poedjawijatna menyatakan bahwa suatu pengetahuan dapat disebut sebagai pengetahuan ilmiah apabila memenuhi empat syarat, yaitu:


Berobjek, yakni mempunyai sesuatu yang menjadi lapangan penyelidikannya, terdiri atas objek materi, yakni bahan atau bidang penyelidikan ilmu, dan objek forma yakni sudut pandang yang menentukan macamnya ilmu.


Bermetode, yakni mempunyai cara-cara tertentu yang paling tepat guan memudahkan pancapaian tujuan.


Bersistem, yakni tersusun secar teratur dan konstisten dalam satu kesatuan yang bulat dan utuh.


Bersifat universal, yakni berlaku secra umum dimana saja kapan saja.


2. Keilmiahan Pancasila


Pancasila memenuhi empat syarat sifat ilmiah sebagai mana diutarakan diatas, sehingga pancasila juga merupakan pengetahuan ilmiah. Keilmiahan pancasial itu dapat dijelaskan sebagai berikut :


Berobjek, yakni "materia" Pancasila adalah tata cara hidup bangsa indonesia yang telah membudaya , dan objek "forma" Pancasila adalah rumusan yang otentik.


Bermetode, yakni memakai metode "analitiko sintetik" yakni ajaran Notonagoro guna menganilisis rumusan sila-sila Pancasila untuk dicocokkan dengan realitanya, kemudian hasilnya disintesakan dan akhirnya dirumuskan secara umum untuk dijadikan pedoman.


Bersistem, yakni mempunyai susunan yang teratur dan konsisten dari kelima silanya sebagai satu kesatuan yang bulat dan utuh, antara satu sila dengan sila lainnya mempunyai keterkaitan, sehingga tidak boleh dilepas-pisahkan satu sama lain.


Bersifat universal, yakni unsur-unsur kelima sila pancasila benar-benar sesuai dengan kenyataan dan dapat berlaku secara umum dimana saja dan kapan saja tidak terbatas oleh ruang dan waktu .


3. Macam – macam Pengetahuan Ilmiah


Pengetahuan ilmiah dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu :


Pengetahuan deskriptif, yakni pengetahuan yang berusaha menjawab pertanyaan ilmiah "bagaimana", yang jawabannya merupakan lukisan tentang keadaan dan sifat-sifat objek.


Pengetahuan kausal, yakni pengetahuan yang berusaha menjawab pertanyaan ilimiah "mengapa", yang jawabannya merupakan penjelasan tentang asal mua atau sebab musabab dari sesuatu.


Pengetahuan normatif, yakni pengetahuan yang berusaha menjawab pertanyaan ilmuah "kemana", yang jawabannya merupakan kebiasaan dan hukum-hukum yang dijadikan pedoman, dan tujuan yang ingin dicapai dengan pedoman itu.


Pengetahuan essensi, yakni pengetahuan yang berusaha menjawab pertanyaan ilmiah, "apa", yang jawabnya merupakan inti mutlak, dzat atau hakikat dari sesuatu. 4. Pengetahuan Ilmiah Pancasila


Apabila empat macam pengetahuan ilmiah sebagaimana diutarakan diatas diterapakan pada Pancasila maka akan diperoleh pengetahuan ilmiah dari disiplin ilmu Pancasila itu sebagai berikut:


Pengetahuan deskritif dari pancasila adalah bentuk susunan dan rumusan pancasila yang otentik.


Pengetahuan kausal dari pancasila ialah tata cara kehidupan bangsa Indonesia yang telah membudaya.


Pengetahuan normatif dari Pancasila adalah UUD 1945 sebagai peraturan perundangan tertinggi guna melaksanakan Pancasila secara formal. Pengetahuan esensi dari Pancasila adalah hakikat dari isi arti Pancasila. ( Hery B Manalu)