3 Nasehat di Masa Covid-19 Kepada Umat Nasrani di Seluruh Indonesia dan Dunia -->

Cloud Hosting Indonesia

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

3 Nasehat di Masa Covid-19 Kepada Umat Nasrani di Seluruh Indonesia dan Dunia

Sunday, October 4, 2020

Foto : Ist



Oleh : Yonge Sihombing

Kopi Times - Renungan awal Oktober, Minggu (4/10/2020) kepada seluruh saudara-saudaraku terkasih di seluruh Indonesia dan dunia, dari Yonge Sihombing, Medan, Indonesia. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa. (Roma 12:12)


Hari ini kita telah memasuki minggu pertama bulan kesepuluh tahun ke dua ribu dua puluh. Marilah kita mengucapkan puji dan syukur kepada TUHAN kita YESUS KRISTUS yang senantiasa menyertai hidup kita.


Selamat beribadah bagi kita semua,--- baik yang beribadah di gereja, maupun yang beribadah di rumah---, semoga minggu ini semakin menambah sukacita, kesabaran, dan ketekunan kita untuk berdoa.


Di Hari Minggu ini saya ingin membagikan Firman TUHAN yang dikutip dari *Kitab Roma 12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa.


Pertama, Barsukacitalah dalam pengharapan

Saudara-saudara yang kekasih umat nasrani di seluruh Indonesia dan dunia, marilah kita untuk senantiasa bersukacita, meskipun kita saat ini sedang diperhadapkan dengan berbagai-bagai persoalan, kesusahan, dan kesesakan. Terutama kesusahan karena dampak dari badai pandemi Covid-19 yang sedang kita hadapi saat ini.


Kita harus senantiasa bersukacita, karena itulah nasehat, ajaran, dan perintah TUHAN kepada kita. Mengapa TUHAN menasehatkan, mengajarkan, dan memerintahkan kepada kita tentang keharusan untuk bersukacita?


Karena sukacita itu adalah kekuatan. Sukacita itu adalah pengharapan.  Pengharapan itu adalah sukacita. Pengarapan menciptakan kekuatan. Dan kekuatan datang dari sukacita. Sumber sukacita itu adalah Kasih TUHAN. Dengan sukacita maka sebuah kekuatan besar akan lahir di dalam hidup kita. 


Sukacita itulah kekuatan kita untuk menghadapi segala persoalan, permasalahan, kesusahan, dan kesesakan yang sedang kita hadapi, terutama di masa badai pendemi Covid-19 yang sedang kita hadapi saat ini. Sukacita kita karena TUHAN sanggup mengatasi segala persoalan yang kita hadapi.


Jangan kita takut, supaya sukacita kita tidak berkurang dan hilang. Covid-19 adalah pencuri sukacita kita. TUHAN adalah pemberi sukacita. Karena itu, kita harus mengisi hati, pikiran, jiwa, dan tubuh kita dengan sukacita. 


Kedua, Sabarlah dalam Kesesakan

Saudara-saudara yang terkasih umat nasrani di seluruh Indonesia dan dunia, "marilah kita untuk senantiasa bersabar dalam kesusahan, kesulitan, dan kesesakan". Ketika kita terbatasi untuk berkumpul, terbatasi untuk berpesta, terbatasi untuk bersekolah, dan terbatasi untuk bepergian, dan lainnya, oleh karena anjuran pelaksanaan protokol kesehatan, maka kita harus bersabar.


Ketika kita dianjurkan menggunakan masker, kita harus menggunakannya. Kita dituntut saat ini untuk bersabar. Toh, situasi seperti ini bukanlah situasi yang kita alami sejak kita lahir. Situasi ini hanya sesaat saja. Usia saya saat ini 47 tahun, baru tahun ini wabah ini terjadi. 46 tahun, TUHAN sudah memberikan situasi tanpa covid-19.


Artinya adalah ketika ada situasi seperti ini, maka kita harus bersabar menghadapinya. Semua ada waktunya, dan indah pada waktunya. Tidak ada kesusahan yang abadi. Kesusahaan hanya bersifat sementara. Covid-19 ini tidak selamanya. Pasti akan berakhir. Semua tergantung kepada ketentuan TUHAN. Tugas kita adalah bersabar ketika terjadi kesusahan.


Ketiga, Bertekunlah dalam Doa

Saudara-saudara yang terkasih umat nasrani di seluruh Indonesia dan dunia, nasehat, pengajaran dan perintah ketiga yang TUHAN berikan kepada kita adalah agar kita bertekun dalam doa. Dengan demikian tugas kita adalah berdoa. Kita harus bertekun berdoa, supaya kita tidak jatuh kepada berbagai pencobaan, seperti ketakutan, kekhawatiran, kepanikan, kebingungan, kegundahan, dan ketidaktertiban.


Dengan kita bertekun berdoa, maka hati, pikiran, jiwa, dan tubuh kita ditenangkan, disejukkan, didamaikan, diteguhkan, dikuatkan, dan ditertibkan.


Di masa sulit seperti ini, kita dituntut untuk semakin bertekun berdoa, supaya nyatalah dalam hidup kita, betapa doa itu berkuasa untuk memenangkan kita dalam menghadapi kususahan yang sedang kita hadapi saat ini.


Penutup

Akhirnya tibalah saya pada bagian pentup "Surat Cinta Kasihku kepada seluruh umat nasrani di seluruh Indonesia dan Dunia", dengan ajakan dan seruan, yaitu: "Marilah kita untuk senantiasa bersukacita, bersabar dalam kesesakan, dan bertekun dalam doa". Badai covid-19 tidak abadi, yang abadi adalah TUHAN. Badai pasti akan berlalu dari Indonesia dan Dunia. Badai hanya sesat saja. 


TUHAN telah berjanji, bahwa kasihNya tidak berkesudahan, kasih setiaNya untuk selama-lamanya. Demikian 'Surat Cinta Kasihku", semoga bermanfaat bagi saudara-saudara terkasih di seluruh Indonesia dan Dunia. Salom, selamat Hari Minggu, Selamat Beribadah, TUHAN YESUS Memberkati. Horas.


Medan, Indonesia, Minggu, 4 Oktober 2020

- Kawanan Kecil 

Pendoa Untuk Indonesia dan Dunia Di Masa Covid-19

- Pengusul Penganuerahan Hadiah Nobel Untuk Jokowi


Editor : Hery B Manalu