Hujan Sebentar di Pengendara Terperangkap Banjir -->

Cloud Hosting Indonesia

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Hujan Sebentar di Pengendara Terperangkap Banjir

Wednesday, October 14, 2020


Foto : Ist


Kopi Times | Medan :

Banyak pengendara terperangkap hujan deras yang mengguyur kota Medan sekitar Jam 17.00 WIB selama setengah Jam membuat sekitaran Aksara jalan Kereta Api tergenang banjir. Pengendara sepeda motor tidak bisa melewati jalan, tentu saja hal ini menjadi umpatan warga.



Dalam pantauan Kopi Times, pada Selasa sore (13/10/2020), hujan turun sekira pukul 17.00 WIB. Tak lama hujan turun, setengah jam saja jalan Kereta Api tergenang banjir selutut orang dewasa.



Demikian beberapa ruas jalan di Kota Medan kerap menjadi langganan banjir, seperti sekitaran Pringgan, Mandala dan juga jalan Palang Merah, Asia, Thamrin,  tergenang banjir tidak jarang para pengendara banyak yang mogok akibat banjir tersebut.



Salah satu warga, Amir (40) yang sedang melintas di seputaran jalan Kereta api mengatakan bahwa sudah sering banjir jalan Kereta Api ini. "Hujan sebentar aja sudah tergenang air. Lihat di seberang itu akibat banjir ini di mengura air yang masuk kedalam rumahnya", sebutnya



Saya minta kepada pemerintah kota medan agar mencari solisi agar tidak banjir jalan kereta api ini. jangan hujan sebentar aja sudah banjir. Carilah solusinya agar tidak banjir.



Begitu juga Fima (25) yang tinggal di Jalan Garuda Kecamatan Percut Sei Tuan mengaku bahwa setiap hujan turun maka daerah yang selalu dilaluinya pasti akan banjir. "Selain di Jalan Thamrin dan Asia juga selalu banjir jika hujan turun," katanya.



Menurut Fima, banjir yang kerap terjadi di Kota Medan disebabkan bukan hanya karena kurang baiknya drainase tapi dilengkapi dengan kurang tanggapnya pemerintah.



"Bapak Plt. Wali Kota Medan maupun instansi terkait seharusnya cepat tanggap, jangan menunggu masyarakat kebanjiran," ungkapnya.



Fima juga menambahkan bahwa banjir selain merupakan bencana ada juga banjir yang disebabkan karena tak pedulinya pemerintah. "Kalau pemerintah peduli, tak mungkin Kota Medan banjir, dan mengakibatkan banyak kerugian dan kerusakan, semisal menimbulkan penyakit bahkan korban jiwa.(Gea)