Kepribadian dan Kebudayaan -->

Cloud Hosting Indonesia

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Kepribadian dan Kebudayaan

Thursday, July 8, 2021

Foto Ilustrasi : Ist

Kopi Times - Pengertian masyarakat menunjuk pada sejumlah manusia, sedangkan pengertian kebudayaan menunjuk pada pola-pola perilaku yang khas dari masyarakat tersebut. Masyarakat dan kebudayaan sebenarnya merupakan perwujudan atau abstraksi perilaku manusia. Kepribadian mewujudkan perilaku manusia. Perilaku manusia dapat dibedakan dengan kepribadian karena merupakan latar belakang perilaku yang ada dalam diri seorang individu. Kepribadian bukanlah terletak pada jawaban atau tanggapan manusia terhadap suatu keadaan, akan tetapi justru pada kesiapan dalam memberikan jawaban dan tanggapan.



Jawaban atau tanggapan merupakan perilaku seseorang. Sebagai misal, apabila seseorang harus menyelesaikan perselisihan yang terjadi antara dua orang. Keinginannya untuk menyelesaikan suatu perselisihannya, keinginan untuk tidak mengacuhkan ataupun keingnan mempertajam perselisihan tersebut, merupakan kepribadiannya, sedangakan tindakannya dalam mewujudakn keinginan tersebut merupakan perilakunya.



Mungkin kepribdian dapat diberi batasan sebagaimana dikatakan Theodore M. Newcomb, yaitu bahwa kepribadian merupakan organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku. Kepribadian menunjuk pada organisasi sikap-sikap seseorang untuk berbuat, mengetahui berfikir, dan merasakan secara khususnya apabila dia berhubungan dengan orang lain atau menangapi suatu keadan. Karena kepribadian merupakan abstraksi individu dan kelakuannya sebagaimana halnya dengan masyarakat dan kebudayaan, ketiga aspek tersebut mempunyai hubungan yang saling mempengaruhi satu dengan yang lain.



Sebenarnya kepribadian merupakan organisasi faktor-faktor biologis, psiklogis, dan sosiologis yang mandasai perilaku individu. Kepribadian mencakup kebiasaan-kebiasaan, sikap, dan sifat lain yang khas dimiliki seseorang yang berkembang apabila orang tadi barhubungan dengan orang lain. Seseorang sosilogi terutama menaruh perhatiannya pada perujudan perilaku individu yang nyata pada waktu individu tersebut berhubungan dangan individu-indiviu lainya.



Wujud perilaku tersebut dinamakan juga peranan, yaitu perilaku yang berkisar pada pola-pola interaksi manusia. Dasar-dasar pokok perilaku seseorang merupakan faktor-faktor biologis dan psikologis. Walaupun seseorang sosiologi hanya menaruh perhatian khusus pada kepribadian yang terwujud dalam interaksi, faktor-faktor biologis dan psiklogis juga penting baginya karena faktor-faktor sosiologi dalam perkembangannya berkisar pada faktor-faktor biologis dan psikologis.



Faktor-faktor biologis dapat mempengaruhi kepribadian secara langsung. Misalnya, seseorang yang mempunyai badan yang lemah (secara fisik) dapat mepunyai sifat rendah diri yang besar. Bebearapa faktor biologis yang penting adalah misalnya sistem saraf, watak seksual, proses pendewasaan, dan juga kelainan-kelainan biologis. Faktor-faktor psikologis yang dapat mempengaruhi kepribadian adalah unsure temperamen, kemampuan belajar, perasaan, keterampilan, keinginan, dan lain sebagainya.



Mungkin bagian tadi dapat digambarkan dengan istilah kebudayaan khusus atau sub-culture. Untuk membatasi diri pada hal-hal yang penting, uraian di bawah akan dikaitkan pada tipe-tipe kebudayaan khusus yang nyata mempengaruhi bentuk kepribadian, yakni sebagai berikut.



1. Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan

Disini dijumpai kepribadian yang saling berbeda antar individu atas masyarakat tertentu karena mereka tinggal di daerah yang tidak sama dan dengan kebudayaan yang tidak sama pula.

Contoh: seperti perbedaan melamar mempelai dari daerah minang berbeda dengan daerah lampung.



2. Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda

Perbedaan tampak pada anak kota yang lebih terbuka dalam menerima perubahan sosial dan lebih menonjolkan diri diantara teman-temanya, sedangkan anak yang besar di desa lebih percaya pada diri sendiri dan memiliki sikap menilai (sense of value), dan dalam berkehidupan orang kota lebih individualis, sedangkan orang pedesaan lebih rukun dan saling berkerja sama.



3. Kebudayaan khusus kelas social

Didalam masyarakat akan ditemui lapisan sosisal, dengan demikian kita mengenal lapisan sosial rendah, menengah, dan keatas. Himpunan orang-orang yang merasa dirinya tergolong pada lapisan kelas sosial tertentu dinamakan kelas social. Masing-masing kelas memiliki perbedaan dari cara berpakaian, etika dalam bergaul, cara mengisi waktu luang, bahasa yang digunakan, dan lain sebagainya.


4. Kebudayaan khusus atas dasar agama

Perbedaan mazhab pada agama dapat melahirkan kepribadian yang berbeda pada umatnya. Karena setiap masyarakat yang fanatik dengan kenyakinannya masing-masing akan cenderung untuk mengabaikan hal-hal yang mungkin lebih benar.



5. Kebudayaan berdasarkan profesip

Perbedaan profesi dapat member pengaruh pada kepribadian seseorang berdasarkan pada suasana kekeluargaan dan cara-cara mereka bergaul. Perilaku demikan lebih di mengerti oleh teman satu pekerjaan. Seperti orang-orang dengan didikan militer lebih erat dengan tugas-tugasnya, keluarganya sudah siap untuk pindah sewaktu-waktu ataupun untuk ditinggalkan dalam waktu yang lama.



Dari beberapa kenyataan di atas dapat diambil kesimpulan betapa besar pengaruh budaya pada pembentukan kepribadian, tetapi tidak hanya kebudayaan melainkan juga organisme biologis seseorang, lingkungan alam, dan sosialnya.



Inti kebudayaan setiap masyarakat adalah sistem nilai yang dianutnya, sistem tersebut mencakup konsepsi abstrak tentang apa yang dianggap baik dan yang dianggap buruk. Dengan demikian dapat dibedakan antara nilai positif dan negatf. Karena sistem nilai tersebut bersifat abstrak maka perlu di ketengahkan beberapa indikator, yaitu:


Konsepsi hakikat hidup

Konsepsi hakikat karya

Konsepsi hakikat waktu

Konsepsi hakikat lingkungan alam

Konsepsi hakikat lingkungan sosial

Ada kemungkinan nilai-nilai tersebut belaku sekaligus di dalam lingkungan hidup tertentu, yang senantiasa dihubungakan dengan konteks kehidupan tertentu.(***)