Peluncuran Buku “ODHA Bukan Akhir Segalanya” oleh HKBP AIDS Ministry -->

Cloud Hosting Indonesia

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Peluncuran Buku “ODHA Bukan Akhir Segalanya” oleh HKBP AIDS Ministry

Friday, July 9, 2021

Foto : Ist

Kopi Times - Ephorus HKBP,  Pdt. Dr. Robinson Butarbutar, Jumat (9/7/2021) meluncurkan sebuah buku yang berjudul “ODHA Bukan Akhir Segalanya”. Buku ini berisi 25 kisah perjuangan orang dengan HIV-AIDS (ODHA) yang didampingi oleh HKBP AIDS Ministry. 


Buku ini diterbitkan dengan tujuan memberikan edukasi kepada masyarakat secara umum, mengenai HIV-AIDS, sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang benar mengenai HIV –AIDS dan tidak menjadi pelaku stigma. 


Dalam sambutannya Ephorus mengatakan bahwa buku ini adalah bukti dari keseriusan HKBP melayani ODHA dan buku ini akan didistribusikan kesemua Distrik HKBP. 


Acara peluncuran ini juga dihadiri oleh Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Debora Purada Sinaga, Praeses Distrik XI Toba Hasundutan, Pdt. Same Siahaan dan pimpina gereja lainnya yang hadir secara virtual. Sebanyak lebih dari 100 peserta dari berbagai profesi dan tempat turut menghadiri kegiatan ini, baik secara virtual, mereka tampak antusias dengan terbitnya buku ini. 


Pdt. Debora Sinaga menyampaikan kotbah dalam ibadah tersebut. Dalam kotbahnya, yang diambil dari 1 Korintus 12:26, dalam kotbah tersebut beliau mengajak untuk menghentikan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV-AIDS, karena kita dan ODHIV adalah sesama, mereka dengan kita adalah satu anggota di dalam tubuh Kristus, jika mereka sakit, kita juga akan merasakan sakit, jika mereka dihina dan dikucilkan kita juga menderita, sebab mereka adalah hati kita, jantung kita. 


Buku ini ditulis oleh HKBP AIDS Ministry dan diterbitkan oleh penerbit INSISTPress. Kegiatan peluncuran ini, berisikan fragmen, tortor yang sedikit menggambarkan kisah-kisah dalam buku tersebut. Selain itu, juga ditampilkan video testimoni penulis dan pembaca. Kegiatan dilanjutkan dengan sharing bersama ODHIV yang kisahnya di muat dalam buku tersebut. 


Ketiga penulis menceritakan sedikit perjuangan mereka, sebagai orang yang terinfeksi HIV. Erikson Napitupulu, adalah ODHIV yang dulunya pemakai narkoba, namun mampu berhenti dan hidup sehat. Istrinya negatif HIV dan mereka dikaruniai dua orang yang negatif dan saat ini aktif mendukung sesama orang yang terinfeksi HIV. 


Penulis kedua, bernama Rumiris Tambunan, ia adalah orang tua tunggal yang suaminya meniggal karena AIDS. Ia memiliki dua orang anak, namun seorang anaknya positif HIV. Ia bercerita mengenai stigma dan diskriminasi yang ia dan anaknya terima dan bagaimana ia mengajak HAM untuk memberikan edukasi kepada masyarakat di kampungnya. 


Yang terakhir, ialah Sitto Sihite, seorang staff HKBP AIDS Ministry, ia merasa bahagia diterima oleh HKBP sebagai staff untuk melayani orang dengan HIV.


Berlangsung tanya jawab antara penulis dan peserta. Proses tanya jawab tersebut, semakin menjelaskan bahwa menjadi orang dengan HIV bukanlah akhir segalanya, melainkan awal yang baru untuk semakin mensyukuri kehidupan dan mendorong kita untuk menjadi manusia yang berguna bagi sesama.


Pada akhir kegiatan, seluruh staff menyampaikan refleksi mereka sebagai penulis yang menuliskan kisah-kisah berharga milik ODHIV dampingan HAM. Diakones Berlina Sibagariang sekretaris eksekuitf HAM membuat refleksi buku secara keseluruhan yang mengajak, seluruh masyarakat untuk tidak mudah menghakimi melainkan mengasihi sesama tanpa memandang batasan. (Rel/Berlina)