Desakan Evaluasi Kapolda Sumut, Mahasiswa dan Pemuda Menilai Itu Terlalu Lebay -->

Cloud Hosting Indonesia

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Desakan Evaluasi Kapolda Sumut, Mahasiswa dan Pemuda Menilai Itu Terlalu Lebay

Wednesday, August 11, 2021


Foto : Ist


Kopi Times | Medan :

Vaksinasi massal di Gedung Olahraga (GOR) Pemprov Sumatra Utara menuai kerumunan, Selasa (3/8/2021). Masyarakat berdesakan di luar gedung dan berkumpul. Kerumunan di lokasi kegiatan bertajuk Gebyar Vaksinasi  itu tidak terelakkan. 


Namun belakangan muncul pemberitaan yang meminta kapolda di evaluasi bahkan dicopot sebab dinilai gagal melaksanakan vaksinasi di GOR Pemrovsu. Hal ini mendapat tanggapan dari elemen mahasiswa dan pemuda sumatera utara. 


Ridho Alamsyah Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia  (SEMMI SUMUT) dan Gito M Pardede mewakili pemuda Sumatera Utara turut memberikan tanggapan mereka terkait polemik tersebut. 


"Kerumunan itu merupakan bukti tingginya antusias masyarakat karena ingin disuntik vaksin. Antusiasme masyarakat ke lokasi vaksinasi di Gedung Serba Guna Jalan Williem Iskandar Medan tersebut, merupakan akumulasi dari tingginya kepercayaan publik," ujar Ridho, Selasa (10/8/2021).



Ridho berpendapat aparat keamanan tidak dapat disalahkan terkait dengan terjadinya kerumunan tersebut. Kerumunan itu juga tidak dapat ditafsirkan sebagai bagian dari kelalaian Kapolda Sumut. Anggota yang bertugas melakukan pengamanan di lokasi vaksinasi pun tak dapat disalahkan.


Menurut Ridho, Irjen Panca Putra belum dapat melakukan ini. Ridho menilai apa yang dilakukan Kapolda Panca Putra itu bisa dipahami dan dimaklumi. Soalnya, kondisi pandemi Covid-19 membuat Kapolda Sumut harus bekerja keras untuk melindungi masyarakat dari bahaya penyebaran virus corona.


Gito Pardede menilai desakan yang dilayangkan kepada Kapolda sumut sangat lah lebay karena terkesan dipaksakan. 


"Kejadian ini bentuk kepercayaan masyarakat terhadap Polda dalam melaksanakan vaksinasi, saya merasa terlalu lebay jika ada oknum yang mengkambing hitamkan kapolda terkait membludaknya pengunjung vaksinasi, itu kan acara vaksinasi bukan pesta atau bagi bagi sembako yang ricuh," ungkap Gito.


Gito menilai adanya desakan dari kelompok pihak tertentu yang menjadikan kerumunan massa di sekitar lokasi vaksinasi adalah bagian kegagalan Kapolda Sumut, sangat tidak relevan. Soalnya, kegiatan vaksinasi itu merupakan misi kemanusiaan oleh Polri untuk masyarakat.



"Kita harus bergandengan tangan dan saling berkolaborasi mempercepat vaksinasi penuh terwujud di sumatera utara untuk menyelamatkan nyawa manusia di tengah lonjakan wabah pandemi Covid-19. Kaum muda harus menjadi problem solver ditengah badai pandemi,bukan menjadi problem maker, ungkap gito



Lebih lanjut, Ridho mengajak masyarakat maupun elemen lainnya, supaya bersatu membantu aparat  pemerintah dalam menekan penyebaran virus corona di tengah pandemi ini. Berikan dukungan dengan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan.


"Setiap vaksinasi massal, kita harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Pada dasarnya pelaksanaan vaksinasi menghentikan penyebaran Covid-19 dengan memunculkan 'herd immunity' (kekebalan komunitas)," tutupnya. 

(Rel/Leodepari)