Pandemi Covid-19 Tidak Menyurutkan Semangat Bank Indonesia Memperbesar Gaung Ekonomi Syariah -->

Cloud Hosting Indonesia

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Pandemi Covid-19 Tidak Menyurutkan Semangat Bank Indonesia Memperbesar Gaung Ekonomi Syariah

Wednesday, August 11, 2021

Foto : Ist

Kopi Times | Medan :

Merebaknya pandemi Corona Virus yang bermula pada akhir 2019 (Covid-19) dan telah menjadi fenomena global dalam 2 tahun terakhir, memberikan tantangan luar biasa bagi perekonomian dunia dan Indonesia. Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat Bank Indonesia dalam memperbesar gaung ekonomi syariah


"Pandemi Covid-19 yang berdampak multidimensi, meningkatkan urgensi dan relevansi ekonomi dan keuangan syariah dalam turut mendorong roda perekonomian nasional", papar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Soekowardojo dalam Webinar 1 Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2021, Selasa (10/8/2021) siang.


Kontraksi ekonomi yang terjadi akibat terbatasnya mobilitas masyarakat telah menyebabkan meningkatnya pengangguran dan kemiskinan, serta melebarnya kesenjangan. Peran kebijakan ekonomi dan keuangan syariah dalam pemulihan ekonomi nasional berjalan melalui tiga hal. 


Yang pertama, melalui perannya sebagai bagian dari bauran kebijakan utama Bank Indonesia, termasuk dalam sinergi koordinasi antarotoritas. Kedua melalui perannya dalam mendukung ketahanan usaha syariah melalui pemberdayaan ekonomi syariah yang berdasarkan prinsip kemitraan, baik pada UMKM syariah, maupun pada unit ekonomi pesantren. Dukungan ketahanan usaha syariah, dalam hal ini juga dilakukan dengan optimalisasi pembiayaan dari sektor keuangan syariah.  Ketiga, melalui perannya dalam optimalisasi keuangan sosial syariah (zakat, infak, sedekah, dan wakaf) sesuai dengan prinsip penggunaannya.


Peran ekonomi dan keuangan syariah dalam pemulihan ekonomi nasional mempunyai momentum yg sangat baik, dimana pertumbuhan ekonomi triwulan II 2021 baik di tingkat nasional maupun daerah telah mencatat periode ekspansif atau lepas dari periode kontraksi. 


Berdasarkan hasil rilis PDRB pada tanggal 5 Agustus 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Sumatera Utara untuk triwulan II tahun 2021 mencatatkan angka positif masing￾masing sebesar 7,07% dan 4,95% yoy. Realisasi ini juga sebagai momentum proses recovery ekonomi kedepan, setelah pada empat triwulanan sebelumnya selalu mencatat kontraksi ekonomi.


Momentum pertumbuhan yang mulai ekspansi didorong oleh berbagai sumber pertumbuhan ekonomi baik ekspor, konsumsi, belanja pemerintah dan investasi. Demikian juga kalau kita lihat dari lapangan usaha utama yang secara umum menunjukkan penguatan. 


Salah satu kinerja lapangan usaha dengan kontribusi besar dan pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor perdagangan, yaitu 9,4% untuk Indonesia dan 6,9% untuk Sumatera Utara. Hal ini menunjukkan, berbagai kebijakan pemulihan ekonomi berjalan dengan baik. Kita harapkan momentum ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak, termasuk dari ekonomi dan keuangan syariah agar proses recovery dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan secara berkelanjutan.


"Pada kesempatan ini, kami juga ingin menyampaikan bahwa di tengah keterbatasan mobilisasi masyarakat, Bank Indonesia secara konsisten terus bersinergi mengimplementasikan berbagai program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Dalam program pengembangan ekosistem rantai nilai halal, Bank Indonesia terus melanjutkan program kemandirian ekonomi pesantren maupun pengembangan platform Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia", sebut Soekowardojo.


Menurutnya sampai dengan akhir tahun 2020, tercatat 97 pesantren binaan Bank  Indonesia dan 119 anggota IKRA dari Regional Sumatera. Jumlah tersebut terus bertambah seiring dengan program yang dilakukan pada tahun 2021 ini. Dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, Bank Indonesia memainkan peran sebagai Akselerator, Inisiator dan Regulator.


Bank Indonesia sebagai akselerator pengembangan ekonomi dan keuangan syariah khususnya untuk menonjolkan potensi dan kreativitas ekonomi syariah yang ada di Regional Sumatera. 


"Sebagai akselerator, Bank Indonesia melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder dalam rangka mendorong percepatan program ekonomi dan keuangan syariah antara lain Halal Value Chain, formulasi kurikulum ekonomi dan keuangan syariah, public campaign di daerah melalui antara lain melalui FESyar yang sedang kita selenggarakan saat ini", tambahnya.


BI berharap bahwa ekonomi dan keuangan syariah dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing ekonomi syariah di Regional Sumatera serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 


"Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat Bank Indonesia dalam memperbesar gaung ekonomi syariah di daerah dan terus mendorong geliat pelaku usaha di tengah masa sulit", tutup Soekowardojo. (Rel/Hery B Manalu)