BI : Pemulihan Pertumbuhan Ekonomi 2022 akan Lebih Meningkat -->

Cloud Hosting Indonesia

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

BI : Pemulihan Pertumbuhan Ekonomi 2022 akan Lebih Meningkat

Monday, January 31, 2022

Kepala KPw BI Sumut, Soekowardojo/Foto Ist


Kopi Times | Medan :

Pemulihan ekonomi dunia diperkirakan berlanjut di tengah kenaikan kasus Covid 19 varian Omicron, tekanan inflasi yang tinggi dan percepatan mormalisasi kebijakan moneter di beberapa bank central dan 2022 pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat.


"Adapun pemulihan ekonomi dunia diperkirakan akan berlangsung lebih seimbang, tidak hanya bertumpu pada Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok namun juga disertai  dengan perbaikan ekonomi Eropa Jepang dan India. Perbaikan yang terus berlangsung terkonfirmasi dari sejumlah indikator terkini antara lain Purchasing Manager'Index (PMI), keyakinan konsumen, penjulan ritel yang tetap kuat, dan volume perdagangan & harga komoditas yang masih meningkat", sebut Kepala KPw BI Sumut, Soekowardojo Senin 31/1/2022 dalam Bincang Bareng Media (BBM) secara offline dan online di Medan. 


Secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi 2021 berada dalam kisaran 3,2-4,0%, adapun pada 2022 pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat ke kisaran 4,7-5,5%.


"Perkembangan Indikator ekonomi pada Desember 2021 mengindikasikan  akselerasi proses pemulihan, antara lain mobilitas masyarakat penjualan eceran dan keyakinan konsumen. Sehingga secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi 2021 berada dalam kisaran 3,2-4,0%, adapun pada 2022 pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat ke kisaran 4,7-5,5% sejalan dengan akselerasi vaksinasi, akselerasi konsumsi swasta dan investasi, dan tetap terjaganya belanja fiskal pemerintah dan ekspor", papar Soekowardojo.


Menurutnya perkembagan ekonomi Sumatera Utara dengan berbagai indikator menunjukkan optimis perekonomian. Meskipun kenaikan kasus Covid 19 varian Omicron berpotensi menghambat mobilitas, indikator terkini menunjukkan perbaikan kondisi ekonomi tercermin dari tetap tingginya harga komoditas utama, indeks keyakinan konsumen yang meningkat dan perbaikan indeks penjualan rill. 


Optimisme juga berasal dari pelaku usaha hasil Liaison yang memperkirakan adanya peningkatan permintaan ekspor, permintaan domestik maupun investasi yang ditenggarai berasal dari menguatnya harga komoditas utama di pasar internasional.


Dipaparkan juga kinerja ekspor dan impor yang menguat dengan range pertumbuhan 2,5 -3,3 %. "Kinerja ekspor impor yang menguat dan perbaikan PMI negara mitra dagang terutama Jepang AS dan India. Pada keseluruhan tahun 2021 ekonomi Sumut diperkirakan akan terakselerasi dengan range pertumbuhan 2,5 -3,3%", tutup Soekowardojo. (Red/Hery B Manalu)