Pujanderi Tarigan : "Sebagai Umat Kristen, Sudah Seharusnya Hidup Merdeka dari Belenggu Kuasa Kegelapan" -->

Cloud Hosting Indonesia

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Pujanderi Tarigan : "Sebagai Umat Kristen, Sudah Seharusnya Hidup Merdeka dari Belenggu Kuasa Kegelapan"

Friday, July 22, 2022


Pujanderi Tarigan usai Ujian Meja Hijau Tesis pada program pasca sarjana S2 Sekolah Tinggi Teologia (STT) Paulus Medan, Jumat 22/8/2022/Foto : ist /Kopitimes


Kopi Times | Medan :

"Sebagai umat Kristen, sudah seharusnya hidup merdeka dari belenggu kuasa kegelapan (Okultisme). Karena iman Kristen mengajarkan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan yang melepaskan manusia dari belenggu dosa dan kuasa kegelapan, tetapi sampai saat ini masih banyak orang-orang yang mengaku Kristen yang terus menerus dikuasai oleh kuasa kegelapan", sebut Pujanderi Tarigan saat ujian meja hijau tesis program pasca sarjana S2 Sekolah Tinggi Teologia (STT) Paulus Medan, Jumat 22/8/2022.



Rawan okultisme, sebutnya, masyarakat Karo sendiri yang mayoritas sudah beragama Kristen tetap masih banyak yang terikat kepada kuasa kegelapan. Berdoa kepada roh nenek moyang di kuburan, ada erpangir kulau, buang sial erpangir bunga rampe, ridi bas lau siring (mandi di sungai yang bercabang), mulahken manuk/ngiciktendi (melepaskan ayam untuk memanggil arwah orang yang pernah jatuh atau shok karena celaka) dan masih banyak lagi.



Pdt. Pujanderi Tarigan, S.Th dengan judul Tesis : Okultisme: Kajian Terhadap Praktek Hidup Masyarakat Karo Ditinjau Dari Kitab Inji-Injil di Gereja Gereja Batak Karo Protestan Singa 2022. Penelitian ini bertujuan untuk melihat unsur-unsur okultisme yang masih mengikat kehidupan orang Kristen Karo melalui Gereja GEREJA GEREJA BATAK KARO Singa. 



Jenis penelitian ini kualitatif dengan metode etnografi dilakukan dengan wawancara mendalam (depth Interview) dengan responden berjumlah 20 orang dan semuanya jemaat GEREJA GEREJA BATAK KARO desa Singa. 



Sebelumnya peneliti melakukan penelitian biblika (biblical reserch) dari Injil-injil tentang praktek okultisme. Peneliti menemukan ada sembilan jenis media yang dipakai manusia dalam melakukan praktek okultisme. Media itu seperti: 1)Benda 2) Hewan 3) Tanah 4) Mamon 5) Kuburan 6)Roh Tenung 7)Sakit penyakit 8)Adat-istiadat dan 9)Tempat.



"Hasil yang ditemukan peneliti dilapangan masyarakat Kristen Karo di desa Singa sangat mirip dengan apa yang saya temukan di penelitian biblika (biblical reserch) dari Injil", sebutnya



Pujanderi menyampaikan, media yang dipakai dalam praktek okultisme masyarakat Karo antara lain : sendungken/nendongken, niktik wari, ercibal isap, mulahi manuk, mulahi kambing mentar, gancih tendi, ziarah ke kuburan, ercibal ke kuburen, ercibal ku lau, ercibal ku kayu, erpangir ku lau, ercibal ibas rumah, tanah mate, erdukun, nini galuh, niktik wari, mantra, jimat jeruk purut kecil dan pesugihen, erpajuh tepi lau, ercibal page ras manuk, manuk sangkepi dan ngakar ke kuburan. 



Dengan melihat okultisme di kitab Injil-injil dan praktek hidup orang Kristen Karo yang masih terikat okultisme maka kabar baik yang diberitakan kitab Injil-injil yaitu Pribadi Yesus Kristus Tuhan adalah satu-satunya jawaban untuk membebaskan dan mengubah praktek hidup orang Kristen Karo bisa menjadi berkat dan terang bagi dunia ini.



Mengadakan kursus-kursus tentang dasar iman Kristen sehingga membawa pencerahan tentang kehidupan dalam Kristus yang sesungguhnya, khususnya bagi masyarakat Kristen Karo. Menambah Tema Khotbah Minggu di Gereja tentang bahaya praktek okultisme dan mengadakan diskusi-diskusi tentang budaya dan iman orang Kristen sehingga masyarakat Kristen Karo mampu hidup dengan budaya Karo Kristenya tanpa melanggar doktrin Kekristenan tetapi tetap mampu juga menjaga budaya-budaya orang Karo yang menjadi ciri khas masyarakat Karo tanpa ada unsur oukultisme didalamnya.



Tesis ini berjudul, Okultisme: Kajian Terhadap Praktek Hidup Masyarakat Karo Ditinjau Dari Kitab Inji-Injil di Gereja Gereja Batak Karo Protestan Singa 2022. Diuji Dosen Penguji Dr. Hery Buha Manalu, S. S.Sos, M.Mis, Dr. Marojahan Hutabarat, M.Pd.K, dan Dr. irwanto Berutu, M. M.Th. 



Selain itu, beberapa peserta dihari yang sama antara lain : Romel Sidupa (Pengaruh Integritas Gembala Sidang dan Diaken Menurut 1 Timotius 3 : 1-13 terhadap Spritualitas Jemaat di Gereja Beth -El Tabernakel Menteng Medan 2022). Flenny Meinorita (Analisis Persepsi dan Perilaku Siswa Terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas VII Semeater Genap di SMP Swasta Mulia Pratama Medan 2022), Vandi William Sembiring (Teknik Konseling Tuhan Yesus Berdasarkan Yohanes 3 : 1-21 dan Aplikasinya untuk Perubahan Sikap Kelas VIII SMP Negeri Pancur Batu 2022) dan Dameria Manik (Pengaruh Kepemimpinan Gembala dan Diakonia terhadap Pertumbuhan Iman Jemaat Dimasa Covid 19 di GBI Seroja Satu Tahun 2022). (Red/Hery BM)