BI : Urban Farming Langkah Strategis atasi Inflasi dan Ketahanan Pangan -->

Cloud Hosting Indonesia

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

BI : Urban Farming Langkah Strategis atasi Inflasi dan Ketahanan Pangan

Tuesday, September 6, 2022

Foto : Ist

Kopi Times | Medan :

Kepala KPw BI Sumut, Doddy Zulverdy, menyampaikan, Bank Indonesia (BI)  mendorong Urban Farming sebagai salah satu program pengendalian inflasi dan upaya dukung ketahanan pangan.



Program pengendalian inflasi oleh TPID melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan Sumatera Utara akan dilakukan dengan Operasi Pasar, KPSH, dan atau Pasar Murah dan Pasokan Pangan Strategis Lainnya Pelaksanaan operasi pasar, KPSH, pasar murah untukKAD berjalan lebih optimal dan efisien.



"Mendorong gerakan urban farming, diantaranya komoditas pangan seperti cabai merah, cabai rawit, bawang melalui pemberian Bantuan 77.000 bibit cabai dan merah, telur ayam ras, minyak goreng, gula pasir, dan beras.replikasi best practice klaster melalui perluasan klaster Rencana operasi pasar bekerjasama dengan Bulog dalam hortikultura, seperti cabai dan bawang merah.menghadapi HBKN Nataru", sebut Doddy saat Bincang Bareng Media (BBM), Selasa (6/8/2022) di Medan. 



Urban farming bisa dilakukan untuk meningkatkan pendapatan atau aktivitas memproduksi bahan pangan atau upaya dukung ketahanan pangan untuk dikonsumsi keluarga, dan di beberapa tempat dilakukan untuk tujuan rekreasi dan relaksasi. Menimbulkan kesadaran masyarakat mengenai degradasi lingkungan di dalam perkotaan akibat relokasi sumber daya untuk melayani populasi perkotaan telah menjadikan insiprasi untuk mendatangkan berbagai bentuk pertanian perkotaaan misalnya dipekarangan rumah.



Doddy juga menjelaskan pertumbuhan ekonomi nasional selama tahun 2022 diprakirakan tetap berada dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia pada 4,5-5,3% dengan tendensi bias atas di didukung terus membaiknya indikator terkini. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara juga akan terus tumbuh dan selama tahun 2022 diprakirakan lebih tinggi dari tahun 2021 dengan kisaran 4,1-4,9% (yoy).



Meskipun pada bulan Agustus tingkat inflasi Sumatera Utara tercatat mengalami penurunan bila dibanding bulansebelumnya, tingkat inflasi pada akhir tahun 2022 masih berpotensi lebih tinggi dari rentang sasaran target. Oleh karenaitu, peran TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sumatera Utara dalam melaksanakan program pengendalianinflasi melalui strategi 4K tetap akan krusial.



Bank Indonesia bersama dengan TPID Sumatera Utara terus mendorong upaya pengendalian inflasi, khususnyainflasi pangan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (Gernas PIP) Sumatera Utara. 



Inisiasi Gernas PIP Sumatera Utara akan diimplementasikan melalui 7 (tujuh) program utama diantaranya pelaksanaan operasipasar/pasar murah, perluasan KAD, subsidi ongkos angkut, penguatan ketahanan pangan, peningkatan pemanfaatanalsintan/saprodi, perluasan digitalisasi serta penguatan koordinasi dan komunikasi. 



Dukungan insentif pemerintah antaralain melalui penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), penyaluran BLT, Bantuan Subsidi Upah serta Bantuanmelalui sebesar 2% DTU juga akan terus didorong dalam rangka pengendalian inflasi di Sumatera Utara.



Doddy menambahkan, Bank Indonesia juga terus mendukung ketersediaan Uang Rupiah dan mendorong aksesibilitas serta penggunaansistem pembayaran nontunai oleh masyarakat. Bertepatan dengan HUT RI ke-77, Bank Indonesia bersama Pemerintahtelah meluncurkan Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi Tahun 2022. 



Di sisi nontunai, penguatan layanan sistem pembayarannontunai juga didorong dengan penambahan jumlah peserta BI-FAST menjadi 77 Peserta. Upaya sosialisasi QRIS jugaterus dilakukan salah satunya melalui gelaran Pekan QRIS Nasional. (Rel/Hery B Manalu)