spot_img
BerandaReligiBangkit dan Menerangi Sekitar, Natal STT Paulus Medan Jadi Seruan Keluar dari...

Bangkit dan Menerangi Sekitar, Natal STT Paulus Medan Jadi Seruan Keluar dari “Herodes Diri”

Kopi Times | Medan :

Perayaan Natal dan Syukuran Tahun Baru 2026 Sekolah Tinggi Teologi (STT) Paulus Medan bersama para alumni bukan sekadar ritual tahunan. Ibadah yang digelar Sabtu, 10 Januari 2026, di Gereja Baptis Indonesia Pertama, Jalan Diponegoro No. 9 Medan, menjelma menjadi ruang refleksi yang menggugah, ajakan untuk bangkit, keluar dari keterikatan lama, dan berani menjadi terang di sekitar.

Renungan Natal dan Tahun Baru disampaikan oleh Pdt. Dr. Nixon Lumban Gaol, M.Pd.K, di hadapan mahasiswa, alumni, dosen, dan staf STT Paulus Medan. Perayaan Natal dan Syukuran Tahun Baru 2026 STT Paulus Medan FONI Alumni Forum Rise and Shine, Mateus 2: 8-11sub tema, Melalui Perayaan Natal dan Syukuran Tahun Baru 2026 STT Paulus Medan Beserta Alumni “Bangkit dan Menerangi se – Kitarnya”“

“Bangkit dan Menerangi Sekitarnya”, Nixon menempatkan kisah Orang Majus sebagai cermin spiritual bagi umat Kristen masa kini, khususnya komunitas akademik teologi.

Coffee banner ads with 3d illustratin latte and woodcut style decorations on kraft paper background
Bangkit dan Menerangi Sekitar, Natal STT Paulus Medan Jadi Seruan Keluar dari “Herodes Diri”
Natal dam Syukuran Tahun Baru 2026 STT Paulus Medan Mengangkat tema “Bangkit dan Menerangi Sekitarnya”, Nixon menempatkan kisah Orang Majus sebagai cermin spiritual bagi umat Kristen masa kini, khususnya komunitas akademik teologi/foto:kopitimes

Dalam khotbahnya, Nixon menekankan bahwa Orang Majus tidak menunggu dalam kenyamanan. Mereka bangkit dan bergerak ketika melihat bintang pertanda kelahiran Yesus. “Orang Majus tidak pasif. Mereka tidak menunggu, tetapi bangkit mengikuti bintang. Kelahiran Yesus bagi mereka adalah kabar yang jauh lebih berharga daripada harta dunia,” ujarnya.

Menurut Nixon, sukacita sejati Natal bukanlah soal kemeriahan, melainkan keberanian untuk merespons terang Tuhan. Karena itu, Natal tidak boleh berhenti sebagai tontonan rohani, tetapi harus menjadi tuntunan hidup. “Natal bukan sekadar perayaan seremonial. Ia adalah panggilan untuk bangkit dari kelesuan, seperti Orang Majus yang berani melangkah keluar,” katanya.

Bangkit dan Menerangi Sekitar, Natal STT Paulus Medan Jadi Seruan Keluar dari “Herodes Diri”
Natal tidak boleh berhenti sebagai tontonan rohani, tetapi harus menjadi tuntunan hidup. “Natal bukan sekadar perayaan seremonial. Ia adalah panggilan untuk bangkit dari kelesuan/foto: kopitimes

Pesan yang paling kuat muncul ketika Nixon mengajak jemaat untuk “keluar dari Herodes diri”. Herodes, dalam tafsirnya, bukan hanya figur sejarah, melainkan simbol ketakutan, egoisme, keraguan, dan keterikatan manusia pada zona nyaman. “Keluarlah dari Herodes dalam dirimu, keluar dari keraguan, keterpurukan, dan keegoisan. Sering kali kita hanya berputar-putar dalam kebiasaan lama, terikat di situ, dan lupa bahwa kita dipanggil untuk bergerak,” tegasnya.

Ia menambahkan, kebangkitan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Sekecil apa pun tindakan untuk keluar dari ego dan keterikatan lama, itu sudah menjadi tanda kebangkitan. Namun, keberanian untuk bangkit harus disertai dengan arah yang benar. “Orang Majus berani keluar dan bangkit supaya bersinar. Tetapi yang menyelamatkan dan memberi arah adalah terang Yesus Kristus,” ujar Nixon.

Dalam bagian penutup renungannya, Nixon menekankan makna sujud. Bagi Orang Majus, sujud di hadapan Yesus adalah puncak perjalanan iman. Tanpa sikap tunduk kepada Tuhan, kebangkitan hanya akan menjadi ambisi kosong. “Tanpa sujud di hadapan Tuhan, kita tidak akan pernah benar-benar bangkit dan bersinar,” katanya.

Ibadah Natal dan syukuran ini berlangsung dalam suasana khidmat dan reflektif. Bagi STT Paulus Medan dan para alumninya, pesan Natal tahun ini terasa relevan, iman bukan soal diam dan menunggu, melainkan keberanian untuk bangkit, keluar dari “Herodes diri”, dan menghadirkan terang Kristus di tengah dunia yang sering kali gelap dan lelah. (Muhtar Tarigan)

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini