Sabtu, Juli 13, 2024
spot_img

Ayah Tiri Pembunuh Sadis Dua Bocah di Medan Pemakai Narkoba

Fathulzanah ibu kandung kedua bocah yang tewas dibunuh ayah tiri di sekolah Global Prima Indonesia, Kota Medan 
Foto : Ist

Kopi-times.com | Medan :
Fathulzanah ibu kandung kedua bocah yang tewas di bunuh ayah tiri di sekolah Global Prima Indonesia, Kota Medan, kepada wartawan menyebutkan tak menyangka ayah tiri anaknya membunuh kedua buah hatinya, dan meminta pelaku dihukum mati.

“Sedih pak, rasanya mendalam kali ini. Anak saya yang dua ini dibunuh oleh ayah tiri kamarin. Aku tak sangka ayah tirinya ini kejam seperti ini.”

Fathulzanah (30) warga Jalan Brigjend Katamso, Gang Satria, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan harus kehilangan  buah hatinya lantaran kebrutalan suaminya bernama Rahmadsyah.

Dua buah hatinya, Iksan Fatilah (10) dan Rafa Anggara (6) menghembuskan nafas terakhirnya, Jumat 20 Juni 2020 malam, karena di bunuh oleh ayah tirinya Rahmadsyah.

Menurut keterangan ibu bocah itu, saat ditemui di rumah sakit Bhayangkara Polda Sumut, Senin (22/6/2020) mengatakan dirinya merasa kehilangan dengan kematian buah hatinya.

“Sedih pak, rasanya mendalam kali ini. Anak saya yang dua ini dibunuh oleh ayah tiri kamarin. Aku tak sangka ayah tirinya ini kejam seperti ini,” kata Fathulzanah kepada wartawan sambil berlinang air mata.

Dia menjelaskan kronologis aksi brutal suaminya tersebut, berawal saat dua anaknya itu sering meminta es krim pada ayah tiri dan ibunya saat pulang kerja direstaurant di Kota Medan.

Pada saat itu, Jumat 19 Juni 2020 ke dua anaknya tinggal bersama ayah tirinya di Jalan Brigjend Katamso, Gang Satria, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Sementara ibunya sedang bekerja direstauran di Kota Medan.

Saat pulang ke rumah, sekira pukul 12:00 WIB, Fathulzanah menanyakan dua bocah itu kepada sang suami. Namun, suaminya diam saja dan terlihat ketakutan kepada istrinya.

“Suami terlihat puncat mukanya, saat kutanya anak dimana. Dia hanya diam saja saat kutanya itu,” ujarnya.

Fathulzanah mulai curiga, karena suami tak bisa memberitahu keberadaan dua bocah tersebut. Suaminya, Rahmansyah bergegas pindah rumah besoknya di Jalan Deli Tua, Gang Satria Kota Medan, tepatnya, Sabtu 20 Juni 2020.

Hari Sabtu, Fathulzanah masih belum yakin, kedua bocah itu dibunuh suaminya. Kemudian malam Minggu Fathulzanah bertanya pada tetangga dan keluarganya. Namun, keberadaan anak tersebut tak diketahui.

“Minggu pagi saya terima pesan dari suami. Dia beritahu ke aku anak saya itu dibunuhnya. Kutanya dia, mayat itu di mana dibuang, lalu dia beritahu, satu yang dibuang ditong sampah sekolah Global Prima, satu yang di rendam di parit dekat sekolah itu,” pungkas dia.

Berdasarkan informasi dari suaminya itu, Fathulzanah bersama keluarganya bergegas melihat ke lokasi yang ditunjuk oleh suami itu. Akhirnya, Fathulzanah menemukan dua buah hatinya. Dia berteriak histeris melihat anaknya bersimbah darah dan telah meninggal dunia. Teriakan ini kemudian memicu kedatangan warga.

Tak lama kemudian, Polisi dari Polsek Medan Kota bersama tim Inafis Polrestabes Medan datang ke lokasi. Mereka melakukan indentifikasi, dan membawa mayat bocah itu ke rumah sakit Bhayangkara Polda Sumut.

Kemudian, Fathulzanah bercerita tentang hubungannya dengan pelaku Rahmadsyah. Dia berkenalan dengan suaminya itu di sebuah bengkel sepeda motor di daerah Deli Tua Medan.

Dia mengatakan, setelah menikah dengan pria bertatto itu, mereka dikaruniai seorang anak perempuan. Namun, saat berumur 8 bulan anak itu meninggal dunia. Saat anak perempuannya itu meninggal, Fathulzanah menduga ada kejanggalan.

“Kami nikah sudah 2 tahun. Kami sudah mengkarunia anak 1 perempuan tetapi sudah meninggal dunia. Anak kami itu, saya duga meninggal karena dibunuh ayahnya. Sebab, pada kondisi tubuh anak saya itu banyak yang biru – biru, mengeluarkan darah dari hidung,” ujarnya.

Lebih lanjut Fathulzanah mengatakan, kematian sang anaknya itu tidak berbuat apa-apa. Karena suaminya bilang hanya karena sakit demam tinggi. Bahkan, setelah anaknya meninggal, Fathulzanah selalu mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari suaminya yang dia cintai itu.

Wanita yang berhijab itu, menuturkan lagi suaminya sering menggunakan obat terlarang seperti narkoba. Bahkan, ketika dia menggunakan narkoba, Rahmadsyah suka memukulnya dan kedua anak laki-lakinya.

“Dia pakai narkoba pak. Kalau saya tegur dia nanti, dia pukul saya sama anak saya itu juga. Dia pakai narkoba itu, berimbas kepada kami tangannya,” tambahnya.

Dia juga berharap kepada pihak kepolisian Polda Sumatera Utara, Polrestabes Medan, dan Polsek Medan Kota, agar memberikan hukuman mati pada pelaku yang tak lain suaminya.

“Saya trauma kejadian ini. Sekali sudah saya maafkan dia. Mohon pak Polisi pelakunya di hukum mati saja. Agar jangan ada korban lainnya,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolsek Medan Kota, Kompol Riki Ramadhan melalui Kanit Reskrim, Iptu Inul Yaqin membenarkan pelaku sudah diamankan polisi. Dia masih belum bisa menjelaskan pasal apa yang dijerat terhadap pelaku.

“Besok ya bang kita Konferensi Pers. Kapolrestabes Medan besok yang memberitahu ke media,” ungkap Inul. (Tim)

Redaksi Kopi Times
Redaksi Kopi Timeshttps://www.kopitimes.id
Situs berita online Kopitimes.id hadir mengabarkan informasi terbaru secara transparan. Menyuguhkan berita dari sudut pandang yang netral oleh jurnalis profesional. Iklan : reklame@kopitimes.id | Redaksi : redaksi@kopitimes.id

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest Articles