Kopi Times | Medan :
Sebuah atmosfer spiritual yang penuh kekuatan terasa menyelimuti di Aula – Café ZEQITA, Jl.Jamin Ginting Medan, Sabtu, 5 Juli 2025. Seminar internasional yang bertajuk Grace: The Highest Throne” ini menghadirkan dua pembicara internasional yang sarat pengalaman dan pengaruh, yaitu Prof. Emeritus Dr. Elijah Ong dan Prof. Dr. Boaz Ng. Seminar ini membahas dua tema penting, kasih karunia sebagai dasar dan tujuan iman, serta peran karunia Roh Kudus dalam kehidupan praktis orang percaya.
Dalam sesi pertama, Prof. Elijah Ong mengupas dengan mendalam konsep kasih karunia sebagai dasar, fondasi, dan tujuan tertinggi dalam kehidupan iman Kristen. Dalam paparannya yang sarat teologi namun disampaikan dengan bahasa yang membumi dan menyentuh hati, ia menekankan bahwa kasih karunia bukan sekadar tiket masuk ke surga, tetapi menjadi kekuatan ilahi yang mengatur sikap, karakter, dan perjalanan hidup umat percaya.
“Kasih karunia Tuhan adalah tahta tertinggi dalam Kerajaan Allah. Itulah tempat di mana iman dan ketaatan bertemu. Kita tidak hidup untuk gagal. Sebelum kita dilahirkan, Tuhan sudah menyediakan segalanya untuk keberhasilan hidup kita,” tegas Prof. Elijah.

Ia menjelaskan bahwa untuk mengalami hal ini sepenuhnya, seseorang harus mengenal, menerima, dan merefleksikannya. Dalam tahap mengenal, manusia perlu menyadari bahwa hanya Tuhan yang layak diandalkan, bukan kekuatan atau kebenaran diri sendiri. Sedangkan dalam tahap menerima, kerendahan hati menjadi kunci. “Kesombongan,” kata dia, “adalah musuh utama dari hal ini”.
Lebih jauh, refleksinya harus tampak dalam perilaku dan karakter sehari-hari, dengan mengalirkannya kepada sesama, menjadi alat Tuhan di tengah dunia, serta hidup dalam sikap penuh syukur. “hal ininbukanlah hal pasif. Ia harus didemonstrasikan melalui kehidupan nyata. Roh Kudus di dalam kita adalah roh kasih karunia, dan kasih karunia itu memberi kuasa untuk melakukan hal-hal yang supranatural,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Ia menekankan bahwa ini adalah warisan setiap anak Tuhan. Dalam konteks ini, Prof. Elijah menyinggung berbagai ayat Alkitab yang menjadi fondasi teologis, antara lain Ibrani 4:16, Roma 10:17, Efesus 1:2-13, hingga 1 Korintus 15:10. “Saya adalah apa yang Tuhan katakan. Maka saya wajib mendemonstrasikan anugerah Tuhan dalam hidup saya,” pungkasnya.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Prof. Dr. Boaz Ng dengan tema “The Gifts of The Holy Spirit” yang berfokus pada pemahaman dan penerapan karunia-karunia Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari orang percaya. Ia memulai sesinya dengan penekanan pada pentingnya memahami peran Roh Kudus, merujuk pada Yohanes 14:16–17 bahwa Roh Kudus tidak hanya menyertai, tetapi juga mendiami dan menginsafkan umat percaya.
Mengutip Kisah Para Rasul 1:8, Prof. Boaz menyampaikan bahwa kuasa Roh Kudus adalah kuasa yang bekerja melalui kasih karunia. “Kita tidak hanya sekadar diberi dasar, tapi harus menuju pada penerapan praktis. Karunia Roh bukanlah pajangan rohani, melainkan untuk memberi dampak bagi tubuh Kristus dan masyarakat sekitar,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kasih karunia (dalam bahasa Yunani: charisma) adalah dasar dari karunia-karunia Roh Kudus. Melalui berbagai referensi Alkitab, seperti 1 Korintus 12:1-11, 1 Petrus 4:10, dan Roma 12:2, Prof. Boaz menekankan bahwa setiap orang percaya telah diberi bagian karunia untuk melayani dan membangun sesama.
“Karunia-karunia ini tidak diberikan untuk kebanggaan pribadi, tetapi untuk melayani, sesuai dengan karunia yang telah diberikan. Pelayanan yang sejati selalu bersumber dari kasih karunia Tuhan,” katanya.
Pada akhir sesi, kedua pembicara sepakat bahwa pemahaman dan penerimaan kasih karunia serta karunia Roh Kudus bukanlah untuk menyombongkan diri secara rohani, tetapi justru menjadi jalan untuk hidup dalam dimensi ilahi yang lebih tinggi, penuh ketaatan, sukacita, dan berdampak bagi sesama.
Acara ini mendapat sambutan hangat dari para peserta yang hadir, termasuk mahasiswa STT, pendeta, pelayan gereja, dan masyarakat. Sebelumnya, seminar dibuka oleh Ketua STT Sola Fide Medan Dr. Julius Sianturi, S.Th., M.Pd.K., DCC, Ketua Pantia Seminar Gerhayani Manalu, S.Th.,M.Th, Sekertaris Martini Hia. SE.,MT.h., sebagi moderator Juwita R. Berutu,M.Pd.K. Para peserta menyatakan bahwa seminar ini memberi pemahaman baru dan memperkuat iman dalam menghadapi tantangan zaman modern.
Dengan penyampaian yang penuh inspirasi dan kekuatan firman, seminar internasional STT Sola Fide Medan ini berhasil menghidupkan kembali kesadaran akan betapa agung dan praktisnya kasih karunia Tuhan serta peran Roh Kudus dalam kehidupan setiap orang percaya.
“Kasih Karunia bukan sekadar konsep rohani, tapi realitas hidup. Dan hari ini, kita dipanggil untuk naik level dalam kasih karunia itu,” tutup Prof. Elijah dengan penuh keyakinan. (HB)



