Sabtu, Juli 13, 2024
spot_img

Mari Bangkit dari Konsep “Samosir Marsiadapari”

Kaum millenial gagas, agar Samosir bangkit dengan gagasan kearifan lokal asli masyarakat Batak “Marsiadapari”.
Foto : Ist

Kopi-times.com | Samosir :
“Pemimpin harus dinamis dan kontekstual, peka dengan sekeliling, serta tidak anti dengan sekitar. Mendengar masukan masyarakat untuk pembangunan Samosir yang lebih baik lagi dan merata”, (Swangro).

Kaum millenial gagas, agar Samosir bangkit dengan gagasan kearifan lokal asli masyarakat Batak “Marsiadapari”.

Samosir merupakan “Bona Pasogit”, atau kampung leluhur orang Batak. Kearifan lokal masyarakat Batak dengan semangat gotong royong yang dikenal sebagai “Marsiadapari”, merupakan kesejatian leluhur Batak sejak lampau.

Menurut kaum millenial marsiadapari adalah konsep yang berkekuatan hebat. Menuju Samosir hebat yang adil makmur haruslah merata pembangunan yang dilakukan dengan semangat kebersamaan “Mardiadapari” di Samosir.

Membangun Samosir yang demokrasi, mari kembali kepada konsep leluhur Batak yang berbasiskan Gotong Royong atau Marsiadapari.

Pada 21-25 November 2019, di Samosir beberapa masyarakat dari desa Pintu Sona Pangururan, Desa Sibonor ompuratus Palipi, Kelurahan Siogung-ogung Pangururan, Desa Sigaol Marbun Palipi, Desa Bonan Dolok Sianjur Mula-mula memberi masukan yang positif baik dari sisi pertanian, infrastruktur, pariwisata dan perekonomian.

Pembangunan merata itulah pemersatu daerah kita, tentunya “Marsiadapari”, harus tetap di gaungkan.

Karena gotong royong bersama bisa menjadi salah satu solusi untuk pembangunan Samosir yang adil.

Mendengar jeritan masyarakat di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Sianjur Mula-Mula Samosir.
Ke desa Bonan Dolok tidak mudah dilalui kenderaan roda 2 dan 4, dikarenakan keadilan pemerintah dari Kabupaten tidak merata.

Kapal kecil yang bisa mengatar mereka ke desa yang yang lain, namun kalau terjadi ombak dan hujan maka nyawa menjadi taruhannya.

Pertanian juga menjadi khas kabupaten Samosir, Data BPS Samosir Tahun 2018 diatas 50% masih tergantung pada pertanian.

Artinya pembangunan infrastruktur tiap desa harus betul-betul merata dan adil. Perekonomian perkapita Samosir juga akan semakin bertambah dan masyarakat juga sejahtera.

Di desa Bonan Dolok masih susah menghantarkan hasil pertaniannya, karena jalan masih setapak, hanya bisa dilalui sepeda motor.

Memang benar Pariwisata juga penting 20% data BPS Samosir  pada 2018, UMKM juga banyak di Samosir ini yang perlu ditingkatkan.

Salah satu penjual Tuak dan Usaha Tuak, ini juga harus dikembangkan menjadi UMKM sebaik mungkin, namun harus lebih signifikan.

Jangan hanya slogan semata “Samosir Kepingan Surga” nyatanya dipedalaman masih butuh pembangunan dan kehadiran pemerintah.

Inilah tugas sebagai kaum milenial, mampu mencari bahkan memberi solusi. Orangtua kita aja masih sanggup memberi motivasi kita, apalagi kita masih energik.

Kegiatan Swangro Marbun Lumbanbatu ‘dor to dor” ini juga didampingi team kaum milenial. Dianyaranya Ery Manihuruk, Wulan Nainggolan, Eddis Silalahi, Jhodamay, Anugrah, Goklas, Joko. (Hery B Manalu)

Redaksi Kopi Times
Redaksi Kopi Timeshttps://www.kopitimes.id
Situs berita online Kopitimes.id hadir mengabarkan informasi terbaru secara transparan. Menyuguhkan berita dari sudut pandang yang netral oleh jurnalis profesional. Iklan : reklame@kopitimes.id | Redaksi : redaksi@kopitimes.id

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest Articles