spot_img
BerandaBerita/DaerahNatal STT Paulus Medan, Bangkit, Bergerak, dan Menjadi Terang

Natal STT Paulus Medan, Bangkit, Bergerak, dan Menjadi Terang

Kopi Times | Medan :

Perayaan Natal dan Syukuran Tahun Baru 2026 Sekolah Tinggi Teologi (STT) Paulus Medan dan Alumni Forum tidak berhenti sebagai seremoni keagamaan. Ibadah yang digelar Sabtu, 10 Januari 2026, di Gereja Baptis Indonesia Pertama, Jalan Diponegoro, Medan, berubah menjadi ruang kritik iman, tajam, reflektif, dan kontekstual. Natal diposisikan bukan sekadar peristiwa rohani, melainkan panggilan untuk bangkit dan terlibat dalam realitas sosial yang kian rapuh.

Mengusung tema “Bangkit dan Menerangi Sekitarnya” dengan subtema Rise and Shine, perayaan ini berangkat dari refleksi Injil Matius 2:8–11. Kisah orang-orang majus tidak dibaca sebagai romantika Natal, tetapi sebagai narasi keberanian untuk bergerak mengikuti terang dan mengambil risiko iman. Pesannya jelas, iman tidak boleh tinggal diam.

Natal STT Paulus Medan: Bangkit, Bergerak, dan Menjadi Terang
Ketua STT Paulus Medan, Dr. Adolfina Elisabeth Koamesakh, M.Hum., M.Th., menegaskan bahwa Natal adalah momentum pembaruan sikap hidup/foto:kopitimes

Ketua STT Paulus Medan, Dr. Adolfina Elisabeth Koamesakh, M.Hum., M.Th., menegaskan bahwa Natal adalah momentum pembaruan sikap hidup. Ia mengingatkan agar teologi dan Pendidikan Agama Kristen tidak terjebak pada wacana normatif dan liturgis semata. “Ilmu teologi harus keluar dari menara gading. Ia harus hadir di tengah persoalan nyata masyarakat,” ujarnya.

Coffee banner ads with 3d illustratin latte and woodcut style decorations on kraft paper background

Menurut Adolfina, konteks Sumatera Utara yang tengah bergulat dengan krisis ekologis dan bencana kemanusiaan menuntut keberanian moral dari para teolog dan pendidik Kristen. Natal, katanya, harus dibaca sebagai peristiwa pembebasan, bukan hanya pembebasan spiritual, tetapi juga pembebasan dari ketidakadilan struktural yang merusak manusia dan alam.
Pesan itu menemukan relevansinya dalam kisah para alumni STT Paulus Medan.

Natal STT Paulus Medan: Bangkit, Bergerak, dan Menjadi Terang
Natal dihadiri Ketua Alumni FONI /foto: kopitimes

Dalam perayaan tersebut, disorot kiprah alumni yang tidak hanya berkarya sebagai pendeta atau pendidik, tetapi juga sebagai aktivis lingkungan. Salah satunya dikenal sebagai rohaniawan yang secara konsisten menyerukan penutupan TPL demi membela kelestarian lingkungan dan keselamatan warga di Sumatera Utara. Sikap itu dipandang sebagai wujud nyata teologi yang berpihak.

Natal, dalam bingkai ini, menjadi ruang perjumpaan iman dan tanggung jawab sosial. Terang yang dirayakan bukan cahaya simbolik, melainkan keberanian bersuara, melawan ketidakpedulian, dan berdiri bersama mereka yang terdampak krisis ekologis dan bencana.

Natal STT Paulus Medan: Bangkit, Bergerak, dan Menjadi Terang
Mewakili Yayasan Sahabat Iman Ortodoks, Marolop Siallagan, S.Th., menyampaikan pesan penguatan. Ia mengajak seluruh civitas akademika dan alumni menjalani tahun 2026 dengan semangat baru, tetap mengandalkan Tuhan di tengah situasi yang tidak mudah/foto: kopitimes

Mewakili Yayasan Sahabat Iman Ortodoks, Marolop Siallagan, S.Th., menyampaikan pesan penguatan. Ia mengajak seluruh civitas akademika dan alumni menjalani tahun 2026 dengan semangat baru, tetap mengandalkan Tuhan di tengah situasi yang tidak mudah. “Banyak saudara kita terdampak bencana. Kita dipanggil untuk saling menguatkan dan menghadirkan harapan,” katanya.

Perayaan Natal dan Syukuran Tahun Baru 2026 STT Paulus Medan menegaskan satu hal, iman yang sejati selalu menuntut keterlibatan. Dari ruang ibadah di Jalan Diponegoro, pesan itu digaungkan, bangkit dari iman yang pasif, bergerak melampaui kenyamanan, dan menjadi terang di tengah dunia yang sedang gelap. Sebuah Natal yang tidak ingin jinak, tetapi relevan. (Martogi Naibaho)

Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini